Skip to content

Reformasi Perjudian

Penyelidikan di Hanoi: Perusahaan Media Diduga Mendukung Perjudian Online

Penyelidikan di Hanoi: Perusahaan Media Diduga Mendukung Perjudian Online

Di Hanoi, ibu kota Vietnam, para penegak hukum kini tengah menyelami kasus yang melibatkan sebuah perusahaan media, diduga terlibat dalam mendukung aktivitas perjudian ilegal secara daring. Perusahaan Super Thi Seo Media Services Co Ltd, yang dikenal sebagai penyedia jasa SEO dan peningkatan lalu lintas internet, menjadi sorotan karena diduga aktif memfasilitasi operasi situs perjudian tanpa izin.

Fokus penyelidikan tertuju pada Pham Ngoc Manh, seorang pemimpin perusahaan muda, beserta 17 karyawan lainnya yang mencakup berbagai peran, mulai dari manajer hingga staf teknis. Berdasarkan informasi dari pihak berwenang, perusahaan tersebut diduga telah membentuk berbagai tim yang terdiri dari pemasaran, teknologi informasi, dan pelayanan pelanggan. Namun, kesemua ini disinyalir digunakan untuk mempromosikan dan mendongkrak peringkat situs judi ilegal dalam daftar pencarian, alih-alih melayani klien reguler.

Penyelidikan lebih lanjut menemukan keberadaan 41 dompet elektronik yang berfungsi untuk mengelola pembayaran menggunakan mata uang kripto, seperti USDT. Beberapa karyawan menerima gaji secara tunai, metode yang diduga sengaja dirancang untuk mengaburkan jejak keuangan dan menyulitkan pelacakan hukum. Hasil penyitaan mencakup lebih dari VND7 miliar dalam bentuk tunai dan aset yang dihasilkan dari konversi kripto, sementara saldo VND3 miliar pada rekening bank dibekukan. Sebanyak 29 unit komputer dan 41 telepon genggam juga diamankan.

Sejak awal tahun 2026, perusahaan ini disinyalir telah mendapatkan sekitar VND3.7 miliar melalui promosi dan peningkatan visibilitas 22 situs perjudian tanpa lisensi yang berbahasa Vietnam. Proses penyelidikan masih berlangsung, dengan pembatasan perjalanan diberlakukan pada 15 individu lainnya yang terhubung dengan kasus ini. Menurut pernyataan resmi kepolisian, aktivitas perusahaan tersebut digolongkan sebagai “penyediaan informasi ilegal melalui jaringan komputer dan telekomunikasi”, di mana layanannya termasuk “optimasi mesin pencari, peningkatan peringkat situs, dan penambahan lalu lintas” untuk situs perjudian yang dilarang.

Di sisi lain, Vietnam telah membuka kesempatan bagi penduduk setempat untuk memasuki kasino, dengan Grand Ho Tram menjadi yang pertama dibuka untuk publik lokal pada Januari.