Bayangkan dirimu berada di jantung kota New York, dikelilingi oleh ribuan penggemar yang bersuka cita saat mereka menyambut kemenangan tim bola basket kesayangan, Knicks. Setelah penantian panjang selama lebih dari lima dekade, tim ini akhirnya meraih kembali gelar juara NBA, dan para penggemar merespons dengan parade yang menakjubkan bagi kota. Di tengah segala euforia ini, muncul perdebatan seputar besarnya biaya publik yang dikeluarkan untuk acara semacam ini. Parade dengan skala besar ini sering kali memakan biaya antara Rp 15 miliar hingga Rp 60 miliar. Beberapa orang berpendapat bahwa pengeluaran tersebut dapat dikurangi melalui dukungan sponsor dari sektor swasta. Senator New York, Joseph Addabbo Jr, mengusulkan kemitraan sebagai langkah efektif.
Sebagai contoh, Kalshi memiliki hubungan yang baik dengan Madison Square Garden, kandang Knicks. Memperkenalkan Kontrak Acara Kota Sebelum musim liburan Natal tiba, sebuah divisi dari Crypto.com mengajukan dua jenis kontrak acara kepada otoritas regulasi derivatif di AS. Disebut sebagai "Kontrak Acara Kota", produk ini dirancang untuk mengevaluasi dampak ekonomi dan komersial dari acara besar di kota penyelenggara. Menurut pengacara Johnny ElHachem, kontrak tersebut bisa memberikan perkiraan pasar yang akurat tentang potensi di dunia nyata.
Dengan batasan posisi rendah, kota mengalami kesulitan dalam menutupi biaya tambahan keamanan. Ketika Knicks bermain melawan Spurs dengan peluang kemenangan yang tipis, nilai kontrak mereka bisa melonjak, mencapai jutaan dolar, yang dapat menutupi biaya parade. Bagi investor besar yang ingin memitigasi risiko, muncul opsi baru di pasar prediksi. Contohnya, Greenlight Commodities telah sukses melakukan perdagangan besar di Kalshi untuk melindungi posisi mereka terhadap ketidakpastian harga karbon dalam lelang di California. “Kita menyadari bahwa risiko hadir dalam setiap aspek kehidupan. Semua bisnis dan individu terkena dampaknya. Sekarang ada cara sederhana dan jelas untuk mengelola risiko melalui kontrak acara,” tuturnya.